Bocah ini tak pernah menyangka akan lahir dalam
kondisi fisik lumpuh di kedua kakinya. Polio telah merenggut kedua kakinya,
tapi tidak pernah merenggut semangatnya untuk meraih cita-cita. Ia adalah
Irsyad, bocah 12 tahun asal Dusun Lombo’na, Desa Tubo Tengah, Kecamatan Tubo
Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Meski dengan keterbatasan fisik, Irsyad tetap
merangkak menuju ke sekolah setapak demi setapak. Cacat fisik bukan penghalang,
Irsyad adalah peraih ranking pertama di sekolahnya. Segala aktivitasnya
dilakukan dengan merangkak. Mulai dari mandi, memakai pakaian seragam, dan
semua mobilitasnya dari satu tempat ke tempat yang lain.
Jarak sekitar 300 meter dari rumah menuju
sekolah dilaluinya dengan alat bantu berdiri yang dirancang keluarganya. Terjal
dan menanjak, itulah gambaran medan jalan menuju rumahnya. Simpatik dari
teman-temannya sering membantu Irsyad untuk melangkah ke sekolah di madrasah
ibtidaiyyah Darul Dakwah Wal Irsyad, Lombo’na Majene.
Irsyad pun harus hidup tanpa ibunya sejak
beberapa tahun yang lalu meninggal saat tengah melahirkan adiknya. Tak ada
pilihan, Irsyad haruslah tetap tabah dan tegar menghadapinya. Walau ranking
satunya beranjak turun, Irsyad tetap harus melangkah ke depan.
Setiap kelemahan akan disertai kelebihan. Cita-cita
untuk menjadi mubaligh seperti Jefry Al Buqhori membuatnya tak pernah ragu
untuk terus belajar dan belajar. Itu dibuktikan dengan menjadi juara satu lomba
ceramah dan musabah Al-Quran.
Basir, sang ayah yang hanya seorang nelayan
kecil bangga dengan semangat Irsyad. Basir, hanya bisa mendoakan apa yang
terbaik bagi Irsyad. “Mudah-mudahanTuhan member jalan hidup yang lebih baik,”
ungkapnya seperti yang dikutip dari laman Kompas.
Di sekolah, salah satu guru, Lukman
mengungkapkan semangat belajar Irsyad sangat luar biasa. Beban hidup Irsyad
harus bertambah seiring kematian ibunya. Tanggung jawab rumah dipikulnya untuk
mengurusi adiknya.
Irsyad memahami, bahwa setiap ciptaan Tuhan
memiliki kelebihan. Ia optimis bahwa kelebihan dan semangatnya akan
mengantarkannya menjadi mubaligh ternama seperti sosok Jefry Al Bukhori.
Sumber gambar : kompas.com

0 comments :
Post a Comment